You are currently viewing <strong>Apa Itu Gestun? Kenali Ciri serta Bahaya Bagi Pelanggannya!</strong>

Apa Itu Gestun? Kenali Ciri serta Bahaya Bagi Pelanggannya!

Apa itu gestun dan apakah berbahaya bagi penggunannya? Yuk, simak ulasan tentang pengertian, ciri serta bahaya bagi pelanggannya.

Istilah gestun atau kepanjangan dari gesek tunai mungkin sudah tidak asing lagi ditelinga kamu. Tetapi tahukah kamu jika gestun bisa berbahaya?

Namun, sebelum membahas lebih jauh, gestun seringkali dikaitkan dengan pengguna kartu kredit ataupun paylater.

Hal ini membuat para penggunanya untuk bersikap konsumtif dan tidak memikirkan akibat kedepannya.

Yuk, simak ulasan tentang gesek tunai, ciri serta mengapa gesek tunai ini bisa menimbulkan bahaya bagi penggunanya.

Apa Itu Gestun?

Gesek tunai atau gestun merupakan aktivitas para pengguna kartu kredit atau paylater yang melakukan penarikan uang (tarik tunai menggunakan mesin EDC) melalui merchant tertentu yang menyediakan layanan gestun (bukan mesin ATM).

Layanan gestun ini pada dasarnya mirip proses berbelanja sebuah barang pada suatu gerai. Tetapi pada prakteknya, gesek tunai ini mendapatkan uang tunai bukan barang.

Mengapa hal ini bisa menimbulkan risiko bagi penggunanya? Karena bank memang hanya menyediakan untuk melakukan transaksi bukan untuk tarik tunai.

Selain itu, pihak bank pun tidak mau ambil risiko, jika ada nasabah yang mengalami tindakan penipuan dan lainnya karena hal tersebut.

Alasan  Gestun Banyak Dilakukan

Pada dasarnya, nasabah bisa melakukan tarik tunai pakai kartu kredit di mesin ATM. Tetapi, pada kenyataannya, nasabah lebih menyukai gesek tunai melalui merchant. Ini alasannya:

1. Tidak memiliki batas limit

Jadi nasabah bisa gesek tunai sesuai nominal yang diinginkan sesuai limit yang mereka miliki pada gerai atau merchant yang menyediakan jasa ini.

2. Biaya penarikan lebih murah

Keuntungan lain dan banyak orang sukai dari gesek tunai adalah penarikan uang tunai dengan biaya yang lebih murah.

Ketika seseorang menarik uang di ATM, mereka akan mendapatkan biaya sekitar 4 persen, sedangkan gesek tunai hanya sekitar 2 atau 3 persen saja

BACA JUGA: Aman Berinvestasi, Hindari Investasi Bodong!

3. Bunga lebih rendah daripada tarik tunai melalui ATM

Biaya tagihan, otomatis akan terpotong saat tarikan gestun. Misalnya saja kamu melakukan penarikan tunai dari kartu kredit sebesar satu juta rupiah, maka uang yang kamu terima hanya sekitar Rp800 ribu setelah terpotong dengan biaya tarik tunai sebesar dua atau tiga persen.

Namun tahukah kamu, jika gesek tunai sebenarnya dilarang oleh Bank Indonesia? Pada dasarnya, Bank Indonesia telah melakukan pemberantasan gesek tunai.

Hal tersebut supaya industri kartu kredit dapat tumbuh dengan sehat dan aman. Tidak hanya itu, hal ini juga dapat melindungi konsumen secara langsung.

Berikut beberapa alasan mengapa Bank Indonesia melarang  adanya praktek gesek tunai di masyarakat, meliputi:

  • Dapat merugikan konsumen, hal tersebut juga akan berdampak pada peningkatan angka Non Performing Loans (NPL) bagi perbankan penerbit kartu kredit.
  • Praktik gesek tunai ini bisa berpotensi menjerat para pemilik kartu kredit dalam pinjaman dan berakhir pada kredit bermasalah.
  • Masyarakat bisa salah persepsi dengan fungsi kartu kredit yang limit saldonya bukan untuk di uangkan.
  • Adanya kekhawatiran gestun akan digunakan oleh pihak tertentu untuk tindak pencucian uang

Cara Menghindari Penipuan Getun

Banyaknya penipuan serta hal-hal terkait gesek tunai, berikut ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk menghindari penipuan tersebut. Meliputi:

  • Hindari menggunakan kartu kredit secara swipe atau dip tanpa pengawasan kamu.
  • Jangan mudah percaya iming-iming dari pihak manapun yang menawarkan pembuatan kartu kredit. Kamu bisa konfirmasi kepada pihak bank terkait terlebih dahulu.
  • Hindari menggunakan kartu kredit untuk hal-hal lain, selain membeli barang, jasa atau tarik tunai di mesin ATM.
  • Hindari memberikan nomor kartu kredit, tanggal kadaluarsa kartu, PIN ataupun CVV serta data rahasia lainnya kepada pihak manapun.
  • Jangan pernah percayakan kartu kredit kamu kepada siapapun.
  • Biasakan untuk menggunakan notifikasi transaksi pada ponsel kamu setiap kali ada transaksi kartu kredit.

Itulah berbagai penjelasan tentang apa itu gestun, apa bahayanya hingga bagaimana cara menghindari penipuan kartu kredit.

Sebagai pemilik kredit, kamu tetap harus tahu batasan dalam penggunaanya. Jangan sampai, apa yang kamu gunakan akan mengganggu keuangan kamu dimasa mendatang.

Keuangan masa mendatang perlu kamu persiapkan dari sekarang, salah satunya dengan menabung. Koperasi Hartanah menawarkan simpanan berbunga yang tidak hanya menguntungkan tetapi juga aman. Untuk info lebih lanjut seputar simpanan Koperasi Hartanah kamu bisa melihat informasi lebih lengkap website Koperasi Hartanah atau WhatsApp Hana.   

Tinggalkan Balasan