You are currently viewing Cross Currency Swap Adalah: Ini Pengertian, Kelebihan dan Kelemahannya!

Cross Currency Swap Adalah: Ini Pengertian, Kelebihan dan Kelemahannya!

Pernahkan kamu mendengar apa itu cross currency swap atau CCS? Yuk, simak pengertian berikut dengan kelebihan dan kelemahan dari transaksi tersebut. 

Bagi pelaku ekonomi, cross currency swap mungkin sudah tidak terdengar aneh lagi. Jenis transaksi ini mungkin juga sering mereka lakukan. 

Namun, buat kamu yang baru terjun ke dunia ini perlu mencari tahu jenis transaksi seperti apa CCS itu dan apa saja kekurangan dan kelebihannya. 

Jenis transaksi ini sering digunakan oleh banyak perusahaan multinasional untuk melindungi diri dari fluktuasi nilai tukar dan meminimalkan risiko keuangan yang mereka hadapi. 

Nah, untuk lebih jelas Koperasi Hartanah telah merangkum dari berbagai sumber tentang CCS yang perlu kamu ketahui. 

Cross Currency Swap Adalah?

Transaksi cross currency swap merupakan salah satu jenis transaksi yang imana pertukaran arus kas antara dua pihak secara periodik selama jangka waktu tertentu. 

Jadi, ini merupakan jenis transaksi pertukaran arus kas di antara dua pihak dengan dua mata uang yang berbeda. Oleh karena itulah transaksi ini digunakan pada perusahaan multinasional. 

Sehingga transaksi ini memungkinkan kedua pihak tersebut untuk menukar pembayaran bunga dan pokok dalam mata uang yang berbeda, tetapi dengan nilai tukar yang selama waktu yang telah disepakati. 

Cross currency swap membuat salah satu pihak yang berperan sebagai peminjam dalam satu mata uang, sedangkan pihak lain berperan sebagai peminjam dalam mata uang yang berbeda.

Jadi, pertukaran pinjaman tersebut dilakukan dalam mata uang yang berbeda dengan suku bunga tetap atau variabel. 

Selanjutnya, untuk pertukaran kembali pinjaman pada akhir kontrak, biasanya dengan nilai tukar yang ditetapkan pada awal kontrak tersebut dibuat. 

Contohnya:

Ada dua orang yang yang bertransaksi, sebut saja A dan B. A merupakan orang Indonesia yang meminjam dana dalam bentuk US dengan suku bunga tetap, sedangkan pihak B berada di Amerika Serikat ingin meminjam uang dalam bentuk Rupiah dengan suku bunga tetap. 

Lalu, pihak A dan B dapat melakukan CCS, dengan aturan A akan membayar bunga dalam USD serta menerima pembayaran bunga dalam IDR dari B. 

Pun sebaliknya, B akan membayar bunga alam bentuk Rupiah serta menerima pembayaran bunga dalam US dari A. 

Keuntungan Cross Currency Swap

Setelah mengetahui pengertian dari CCS, berikut akan Kami ulas apa saja keuntungan dari transaksi CCS, di antaranya:

1. Fleksibilitas

Dengan transaksi CCS, memberikan fleksibilitas untuk kedua belah pihak yang akan menyesuaikan transaksi dengan kebutuhan serta strategi bisnis.

Pengguna transaksi ini juga dapat menyesuaikan dengan jangka waktu yang berbeda, besarnya nilai pokok, hingga jenis suku bunga yang digunakan.

2. Bisa Mengantisipasi Fluktuasi

Jika menggunakan transaksi ini, kedua pihak dapat melindungi diri mereka dari risiko fluktuasi nilai tukar mata uang serta suku bunga. 

Jadi, dengan CCS pihak yang meminjam dalam suatu mata uang dapat terhindar dari risiko fluktuasi nilai tukar dan suku bunga, karena tidak perlu melakukan konversi mata uang pada saat pembayaran bunga dan pokok. 

BACA JUGA: Inilah Pengertian dari Agunan, Jenis, Hingga Fungsinya

3. Diversifikasi Sumber Pendanaan

Jadi, transaksi ini memungkinkan kedua pihak untuk mendiversifikasi sumber pendanaan dengan cara meminjam dari pasar lain yang memiliki suku bunga lebih kompetitif. 

Selain itu, kedua belah pihak juga bisa memilih sumber pendanaan yang memiliki suku bunga rendah untuk satu mata uang dan sumber pendanaan dengan suku bunga yang lebih tinggi pada mata uang lain. 

Kelemahan Cross Currency Swap

Selain keuntungan, CCS ini pun memiliki kekurangan atau kelemahan, di antaranya:

1. Risiko Kredit

CCS merupakan transaksi yang melibatkan risiko kredit, karena kesepakatan dua belah pihak akan kewajiban mereka untuk membayar bunga dan pokok sesuai perjanjian di awal. 

2. Risiko Likuiditas

Risiko lain dari CCS, transaksi jangka panjang menyebabkan risiko likuiditas, sehingga membutuhkan ketersediaan dana untuk menyelesaikan kontrak ketika jatuh tempo. 

Jadi, meskipun tidak sepenuhnya pengelolaan posisi CSS adalah salah satu kemampuan untuk terhindar dari risiko likuiditas. 

Jadi, ada baiknya untuk selalu mempertimbangkan risiko likuiditas ini sebelum melakukan transaksi. Kamu pun perlu memastikan telah memiliki likuiditas yang cukup untuk melakukan pembayaran dan menyelesaikannya secara tepat waktu. 

3. Risiko Suku Bunga

Kelemahan lainnya adalah adanya kemungkinan adanya perubahan suku bunga acuan masing-masing mata uang terkait. 

Pasalnya, jika salah satu suku bunga naik, maka nasabah pun akan membayar bunga yang lebih tinggi. Pun, sebaliknya kjika suku bunga turun, nasabah akan membayar bunga yang lebih rendah. 

Jadi, Cross Currency Swap ini merupakan jenis transaksi yang yang sering digunakan para investor atau perusahaan multinasional dalam mencari keuntungan dan menghindari risiko fluktuasi dari nilai suku bunga. 

Penting buat kamu untuk memahami penjelasan di atas sebelum melakukan transaksi ini, sehingga kamu akan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. 

Bagaimana? kamu sudah mengerti tentang cross currency swap? dapatkan informasi tentang keuangan dan investasi di laman Instagram Koperasi Hartanah lebih banyak

Leave a Reply